Diwakili 12 Tulisan dan Lima Foto

Nominator Rida Award 2010 Diumumkan

Jurnalistik Selasa, 27 Juli 2010
Nominator Rida Award 2010 Diumumkan

PEKANBARU (RP)- Sebanyak 12 tulisan serta lima karya foto jurnalistik berhasil masuk dalam nominasi penerima Rida Award tahun 2010. Penetapan karya jurnalistik, foto dan tulisan tersebut disampaikan setelah melalui rapat dewan juri yang dilaksanakan di Pekanbaru Senin (26/7).

Kedua belas tulisan dan lima karya jurnalistik tersebut dipilih setelah melalui seleksi yang ketat berdasarkan beberapa kriteria yang ditetapkan oleh penyelenggara lomba karya jurnalistik tahunan yang rutin diselenggarakan oleh Riau Pos Group (RPG) ini.

‘’Ada 70 karya tulis yang masuk serta lebih 40 karya fotografi yang sampai ke meja dewan juri. Seluruhnya adalah merupakan hasil seleksi tulisan terbaik dari seluruh media yang ada di bawah Riau Pos Group. Dari seluruh karya terbaik tersebutlah, dipilih 12 tulisan serta lima foto yang akan bersaing untuk mendapatkan anugerah Rida Award pada tahun 2010 ini,’’ sebut H Amzar, salah seorang anggota dewan juri.

Tulisan yang masuk dalam nominasi tersebut masing-masing adalah, ‘’Menelusuri Jejak Surga Ikan di Indonesia, Panipahan Sinaboi- Dulu, Sambil Tidur pun, Dapat Ikan Segunung’’, karya Purnimasari (Riau Pos). ‘’Mengintip Kehidupan Anak Jalanan Simpang Lampu Merah SKA- Mereka Berpura-pura Demi Segenggam Recehan’’, karya Nuke Fatmasari (Riau Pos). ‘’Catatan dari Lokasi Gempa Sumatera Barat ‘’Ya Allah Nak, kami Lapar’’, karya Afni Zulkifli (Pekanbaru Pos).

Selain itu juga masuk nominasi ‘’Konflik Gajah dan Manusia di Bengkalis-Matipun, Kehilangan Gading’’, karya M Sondra Al Hafidz (Dumai Pos). ‘’Penyalahgunaan Anggaran di Natuna- Duit Jin Dimakan Setan’’, karya M Iqbal dan Cipi Ckandina (Batam Pos). ‘’Menggali Kubur untuk Anak Cucu’’, karya Abdul Hamid (Batam Pos).

Kemudian ‘’Dan, Sejarah Bintan pun Harus Ditulis Ulang-Penemuan Situs Bukit Kerang di Kawal’’, karya Bobby Patria (Tanjungpinang Pos). ‘’Duka Damabancah, Dusun yang Hilang Selepas Gempa-Perempuan-perempuan itu Kini tak Lagi Perkasa’’, karya Fajar R Vesky (Padang Ekspres).

‘’Mempertahankan Silat Tradisional di Baringin Marapi-Ubah Pola Pengajaran, Jual Jurus Sampai Masuk Film’’, karya Fajri Hidayat (Posmetro Padang). Juga tulisan ‘’Praktik Pelacuran di Kalangan ABG Kota Medan-Kami Berdua Sekaligus Juga Boleh’’, karya Herdiansyah (Sumut Pos).

Selanjutnya ‘’Gadis 19 tahun Jadi Nenek 70 Tahun-Gadis Desa itu Disantet Tiap Malam Jumat’’, karya Arnes dan Irvan Nasution (Posmetro Medan). ‘’Melongok Kehidupan Warga Transmigran di Rawa Kolang, Tapteng-8 Tahun Bertahan di Lahan Bekas Rawa, Ubi pun Ogah Berbuah’’ karya Dame Ambarita (Metro Tapanuli).

Sementara nominator untuk foto Jurnalistiknya yakni, foto berjudul ‘’Ciuman Terakhir Sebelum Pergi’’, karya Ar-razy Aditya (Posmetro Batam). ‘’Fia Anggreksa, Penderita Kelainan Mata’’, karya Cipi Ckandina (Batam Pos). ‘’Pakai Gerobak’’, karya Syamsu Ridwan (Padang Ekspres). ‘’Proses Evakuasi’’, karya Emmanuel Sebayang (Batam Pos). ‘’Gajah Liar Masuk Pemukiman’’, hasil jepretan Ira Widana (Dumai Pos).

Salah seorang tim juri untuk lomba foto Rida Award, Armawi KH kepada Riau Pos mengatakan, untuk tahun ini jumlah peserta meningkat dibanding tahun-tahun sebelumnya. ‘’Semua media di Riau Pos Grup mengirimkan karya-karya foto terbaik yang pernah dimuat di masing-masing media,’’ kata Armawi.

H Rida K Liamsi, dikonfirmasi malam tadi terkait pengumuman nominator pemenang Rida Award 2010 mengaku karya jurnalistik yang masuk tahun ini, baik tulisan maupun foto sangat variatif. Yang juga tak kalah membanggakan, jumlah karya yang masuk tahun ini jauh lebih banyak dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, dengan kualitas yang juga jauh lebih baik.

‘’Mudah-mudahan ini merupakan representasi dari karya jurnalistik terbaik di lingkungan Riau Pos Group dan mampu memotivasi jurnalis muda lainnya untuk tetap menghasilkan karya-karya terbaiknya,’’ sebut Rida.(bud/ilo)