KAPLF Taja Cita Rasa Kuliner di Patin Night

Budaya Senin, 26 September 2011
KAPLF Taja Cita Rasa Kuliner di Patin Night

PEKANBARU (RP)- Panitia temu penyair Korea-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) 2011 menyiapkan suguhan menarik bagi peserta. Tak hanya tempat ikon kebudayan Melayu, cita rasa kuliner yang memancing selera juga jadi bagian penting acara tersebut.

Menurut koordinator acara Patin Night Syaukani Al Karim, panitia menyiapkan sesi acara kuliner bernama Patin Night di rumah makan Melayu Pondok Patin HM Yunus Pekanbaru yang berlangsung pada malam harinya.

Di sini, selain membaca puisi dan esai, peserta juga dihibur kesenian Melayu yang mengiringi santap malam.

Konsep Patin Night ini merupakan pertemuan para penulis. Mereka dipertemukan dengan cita rasa masing-masing dalam jalinan peristiwa kebudayaan sehingga kekuatan seni muncul dari pertemuan itu.

Sementara patin sendiri adalah cita rasa khazanah kuliner Melayu yang berasal dari Riau daratan. Ikan ini salah satu ciri khas Riau, dan penggemarnya tergolong banyak.

Masyarakat Riau kerap menyuguhkan ikan ini dalam jamuan makan menyambut tamu. ‘’Di Pondok Patin, cita rasa itu mengalir dari peserta,’’ kata Syaukani, Ahad (25/9) di Pekanbaru.

Sastrawan Riau ini menambahkan, patin merupakan ikan konsumsi, berbadan panjang berwarna putih perak dengan punggung kebiru-biruan. Dagingnya memiliki kandungan kalori dan protein yang cukup tinggi, rasa dagingnya khas, enak, lezat dan gurih. Ikan patin dinilai lebih aman untuk kesehatan karena kadar kolesterolnya rendah dibanding daging ternak.

Dalam persiapan acara itu, sebut Syaukani, panitia akan berdiskusi dengan pihak rumah makan terhadap tempat acara dan juga kuliner patin, apakah akan dibuat dalam aneka hidangan atau lainnya agar lebih variatif. Karena, selama ini patin lebih akrab dijadikan asam pedas.(aal)