Pemprov Siap Dukung KAPLF II di Riau

Budaya Senin, 22 Agustus 2011
Pemprov Siap Dukung KAPLF II di Riau
BAHAS KAPLF: Chairman RPG Rida K Liamsi bertemu Gubernur Riau Rusli Zainal membahas Korea ASEAN Poets Literature Festiva

PEKANBARU (RP)- Pemerintah Provinsi Riau menyambut positif rencana pelaksanaan Korea-ASEAN Poets Literature Festival (KAPLF) II yang dilaksanakan di Pekanbaru pada 25-29 Oktober mendatang.

Bahkan Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP menyatakan komitmennya untuk mendukung kegiatan yang diharap dapat bersinergi dengan semangat Riau mengembangkan budaya di Bumi Lancang Kuning.


‘’Saya memberi apresiasi atas rencana penyelenggaraan kegiatan ini. Apalagi event yang berperan dalam mengembangkan dan mempromosikan kebudayaan ini setingkat internasional. Sehingga gaung budaya di Riau dapat lebih dioptimalkan,’’ ujar Gubri saat audiensi dengan tim KAPLF di kediamannya Jalan Diponegoro, Ahad (21/8).

Tanggapan positif Pemprov Riau disampaikan karena Gubri menilai kegiatan ini bersinergi dengan target pencapaian visi Riau 2020. ‘’Mumpung ada momen ini, kita lambungkan, perkenalkan dan tingkatkan komitmen untuk mengembangkan budaya menuju Visi Riau 2020 sebagai Pusat budaya Melayu di Asia Tenggara,’’ paparnya.

Gubri berharap panitia dapat berkoordinasi dengan instansi terkait untuk perkenalkan budaya Riau dalam rangkaian acara. Sehingga hasilnya lebih optimal. ‘’Kegiatan ini perlu dikemas sistematis, baik untuk penyelenggaraan maupun materinya. Saya harap ini menimbulkan nilai positif, karena jadi ajang promosi di tingkat internasional. Dalam pelaksanaan kegiatan ini idealnya juga tak melupakan kaidah-kaidah budaya lokal,’’ harapnya.

Turut hadir dalam audiensi, Chairman KAPLF Rida K Liamsi, Sekretaris Sutrianto, Pembina Yayasan Sagang Armawi KH, Pemred Riau Pos Raja Isyam Azwar, Wapemred M Nazir Fahmi dan budayawan Riau Yose Rizal.

Chairman KAPLF Rida K Liamsi mengatakan kegiatan ini mengandung nilai positif dalam pengembangan budaya Melayu sebagai kepribadian masyarakat Riau. Itu tercermin dalam sub tema kegiatan yang mengusung semangat kebudayaan Melayu sebagai warisan dunia.

Kegiatan yang merupakan ajang berkumpul dan berkarya para penyair di tingkat ASEAN ini akan diikuti 50 penyair yang berkompeten di bidangnya. Sebagai komitmen mendukung pengembangan budaya Melayu dan budaya lokal, kegiatan ini mengagendakan beberapa kunjungan budaya di beberapa lokasi yang memiliki historis dalam budaya Melayu. Antara lain Istana Siak, Candi Muara Takus, Pustaka Soeman Hs dan PT Chevron Pasific Indonesia.

‘’Dengan kegiatan ini, kita dapat memperkenalkan dan mempromosikan potensi budaya di Riau, sehingga mendukung pencapaian Visi Riau 2020,’’ papar Chairman Riau Pos Group itu.

Kirim Undangan Resmi
Jelang pelaksanaan temu penyair Korea-ASEAN (Korea-Malay) Poets Literature Festival (KAPLF), 24-29 Oktober mendatang di Hotel Labersa, panitia pelaksana terus memantapkan persiapan.

Dalam perkembangan persiapan yang dipimpin Chairman KAPLF 2011 Rida K Liamsi, Ahad (21/8) usai berbuka puasa di Hotel The Premiere Pekanbaru, terungkap jika jumlah peserta festival, baik dari negara Asia, maupun lokal sudah diseleksi tim kurator yang ditunjuk.

Tinggal lagi menyurati resmi para peserta untuk mengirim karyanya. Menurut Rida, karya para peserta tak semuanya dibacakan. Sebagian dimasukkan dalam antologi buku, sebagian lagi di Majalah Sagang dan di buku panduan.

Untuk menyeleksi karya ini di bagian mana dimasukkan merupakan tugas kurator.

‘’Karya mereka tak perlu diedit, tapi dipilih untuk ditempatkan di mana,’’ kata Rida.

Jumlah peserta berjumlah 50 terdiri dari Korea 11 orang, Vietnam dua orang, Malaysia empat orang (dua aktif dan dua khusus), Singapura dua orang, Brunei Darussalam tiga orang, Myanmar dua orang, Filipina satu orang, Indonesia luar pulau Jawa enam orang, provinsi di Sumatera 11 orang dan Riau sendiri 20 orang, namun yang mendaftarkan lima orang.

Selain puisi, peserta juga mengirim esai. Untuk puisi, peserta mengirim maksimal delapan puisi dan satu esai. Dalam sesi acara nanti, menggambil setting di antaranya kampus Unilak, PT Chevron, Sungai Kampar, Candi Muara Takus, Siak Sri Indrapura, Perpustakaan Soeman Hs dan lainnya. Semua ini telah disusun sesuai waktu pelaksanaan.

‘’Pada seremoni acara, perwakilan peserta dari masing-masing negara membacakan puisi bersama Gubri dan penyair asal Riau Sutardji Calzoum Bachri,’’ jelasnya.

Dalam acara ini, lanjutnya, Gubri memberi masukan agar kesenian tradisional Riau ikut ditampilkan agar peserta tahu kesenian dan kebudayaan Riau. Yang akan ditampilkan di antaranya musik akustik, tari tradisional, pembacaan Gurindam, gambus tunggal, musik spesial teater.

‘’Ini dinilai perlu karena merupakan aset kebudayaan daerah. Sama halnya waktu pertunjukkan di Korea sebelumnya, kebudayaan lokal di sana juga ditampilkan,’’ jelasnya.

Pada acara itu juga dilakukan penandatanganan MoU antara majalah Sagang dan Sipuyung dari Korea, peluncuran antologi puisi Becoming II serta antologi puisi dan esai Sound of Asia serta Sagang Special Edition 2011.

Mengingat waktu tinggal menghitung hari, panitia terutama di sekretariat segera menghubungi peserta tiap hari, terutama jadwal kedatangan, lampiran karya yang dikirim, biodata peserta dan teknis lainnya yang berkenaan dengan berlangsungnya acara.

Melihat susunan acara, Ketua Steerring Committee Prof Dr Yusmar Yusuf MS menanyakan apakah pembacaan puisi ini tak terlalu banyak. Menurut Rida, panitia yang mengatur dan membatasi peserta. Puisi yang dibacakan nanti pada waktu seremoni merupakan puisi yang baitnya pendek, tidak panjang, begitu juga yang dibacakan merupakan hasil kiriman bukan di luar itu.

‘’Sebelum mengarah pada sesi itu, nanti peserta melakukan technical meeting dengan peserta dan akan disampaikan apa yang telah jadi kesepakatan dan keputusan panitia. Ditambah lagi tugas kurator yang telah memilah puisi yang masuk ke panitia,’’ sebutnya.

Menyangkut pelaksanaan di luar Pekanbaru, dia juga minta disiapkan seorang koordinator untuk mengatur tempat di sana. Begitu juga tempat-tempat yang dikunjungi, dibuat juga informasi agar peserta lebih dulu tahu, sebelum sampai ke lokasi. Dalam persiapan acara, lanjutnya, panitia dan seluruh peserta harus disiplin waktu. Begitu juga saat pembacaan puisi.

‘’Ini semua dilakukan untuk efesiensi waktu, mengingat peserta semuanya kebagian dan jadwal yang sudah diatur agar tidak bergeser,’’ katanya. Rapat ini dihadiri wakil Ketua Organizing Committee Yoserizal Zein, budayawan Taufik Ikram Jamil, Fakhrunnas MA Jabbar, Kepala Taman Budaya Pulsia Mitra, COO Riau Pos Sutrianto, Ketua DKR Eddy Ahmad RM, Ketua Dewan Kesenian Pekanbaru (DKP) Taufik Hidayat dan  Armawi KH.(aal/rio)


Related Post