Octavianus Pembaca Puisi Terbaik HPI 2014

Budaya Jumat, 18 Juli 2014
Octavianus Pembaca Puisi Terbaik HPI 2014
Para pemenang lomba baca puisi foto bersama di acara malam anugerah Hari Puisi Indonesia bersama penyair Riau, Rida K Liamsi dan Asrizal Nur di Gedung Teater Kecil Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, Kamis (17/7/2014). Foto: JEFRY AL MALAY/RIAU POS

JAKARTA (RIAUPOS.CO) - Usai sudah pelaksanaan Festival Hari Puisi Indonesia (HPI) 2014 dalam rangka perayaan Hari Puisi Indonesia di Taman Ismail Marzuki-Jakarta. Penutupan yang dilaksanakan Kamis malam (17/7) di Gedung Teater Kecil TIM itu ditandai dengan malam puncak Anugerah Festival HPI dan pengumuman pemenang dari beberapa lomba yang diadakan.

Adapun yang tampil sebagai juara pertama dalam lomba baca puisi se-Indonesia adalah Octavianus Marsehika, pembaca terbaik kedua, Irvan Hakim dan pembaca terbaik ketiga, Harna Silwaty.

Untuk lomba musikalisasi puisi se-Indonesia, menduduki tingkat pertama adalah Bale Art Project dari Kalimantan Selatan dan peringkat kedua, Sanggar Tudung Pelite dari Jogjakarta. Sedangkan posisi ketiga adalah vanderwijck 7 dari Jakarta.
Selanjutnya, diadakan sayembara penulisan buku puisi di mana yang berhak mendapat buku pilihan Hari Puisi Indonesia adalah buku puisi berjudul Belum dalam Lukamu karya M Anton Sulistiyo.

Selanjutnya 5 buah buku pilihan HPI, di antaranya Air Terisak Membelah Batu karya Zamawi Imron, Piknik yang Menyenangkan karya Hasta Indriyani, Matakara karya Iverdixon Tinungki, Menuju Kota Lama karya Isbedy Stiawan ZS dan Bali Borneo karya Ni Made Purnima Sari.

Dengan demikian, pemenang juara pertama pembaca puisi berhak mendapat hadiah berupa tropi dan uang tunai sebesar Rp25.000.000, juara kedua mendapat tropi dan uang tunai Rp15.000.000 sedangkan juara ketiga, menerima tropi dan uang tunai Rp10.000.000.

Begitu juga dengan juara pertama lomba musikalisasi puisi yang mendapat tropi dan uang tunai sebesar Rp25.000.000, juara kedua menerima tropi dan uang Rp15.000.000 dan juara III, menerima tropi dan uang tunai sebesar Rp10.000.000.

Sedangkan untuk juara lomba penulisan buku puisi berhak mendapat tropi dan uang tunai sebesar Rp50.000.000 dan lima besar menerima tropi dan uang tunai Rp10.000.000.

Sebelumnya, Prof Dr Abdul Hadi WM dalam pidato kebudayaannya menerangkan kesusasteraan memainkan peranan penting dalam membangkitkan kebudayaan. Kebudayaan yang dibuat adalah untuk kepentingan bangsa itu sendiri. Katanya, bangkitnya kebudayaan besar dunia tidak mungkin tidak, dari bangkitnya dunia kesusasteraan seperti munculnya penyair-penyair besar layaknya di Yunani yang seiring dengan bangkitnya kebudayaan mereka.

 ‘’Bangsa Indonesia besar karena memiliki tradisi-tradisi besar yang kaya dan tak terpermaknai banyaknya. Kita sebenarnya mewarisi khazanah kebudayaan yang cukup kaya yang juga menyimpan gagasan, pemikiran dan kearifan lokal untuk dijadikan tuntunan hidup. Begitu juga dengan sastra, banyaknya sastra tradisi yang tercatat seperti sastra Bali, Melayu, Dayak, Mentawai, Minangkabau, Jawa, Batak dan banyak lagi. Nah, ini semua tidak akan ada artinya kalau tidak diwariskan dan tidak dikembangkan oleh generasi yang hidup pada zamannya masing-masing,’’ ucap budayawan Indonesia itu.

Ditambahkan Abdul Hadi, kesusateraan Indonesia juga menjadi salah satu faktor penyatuan dari beragam suku bangsa yang ada di Indonesia. Sebuah bangsa itu terwujud tidak hanya sebatas memiliki tanah air tetapi wujud suatu bangsa itu juga harus memiliki bahasa yang satu, bahasa juga tidak akan terwujud tanpa adanya kesusasteraan.

‘’Kalau mau melihat identitas bangsa Indonesia, maka belajarlah kesusasteraan Indonesia dan juga belajar dari nilai-nilai tradisi Indonesia. Tapi sayangnya, memang di sekolah tidak dipelajari tentang hal itu semua dan inilah yang perlu kita cermati ke depan,’’ ucapnya sembari menegaskan perayaan Hari Puisi Indonesia adalah sebuah upaya mengingatkan agar kembali mengetuk kekuatan sastra dan puisi agar kehidupan bangsa ini lebih baik ke depannya.

Salah seorang inisiator Hari Puisi Indonesia, Rida K Liamsi mengucapkan tahniah kepada para pemenang lomba di acara Festival Hari Puisi Indonesia 2014. Rida juga menyebutkan sudah sangat pantas bagi semua untuk memuliakan puisi, di antaranya dengan cara merayakannya.

Seperti yang telah dilakukan oleh panitia pelaksana Hari Puisi Indonesia yang telah merayakan HPI II dengan melaksanakan Festival HPI 2014.

‘’Saya kira, Hari Puisi Indonesia harus terus diperjuangkan keberadaannya dari tahun ke tahun sehingga akhirnya menjadi perayaan masyarakat Indonesia, dengan berbagai cara mereka melakukannya,’’ ucap budayawan Riau itu.(*6)