PENABALAN GELAR ADAT DATUK SERI LELA BUDAYA

Rida Majukan Kebudayaan Sesuai Visi Riau 2020

Budaya Rabu, 16 Maret 2016
Rida Majukan Kebudayaan Sesuai Visi Riau 2020
Pemasangan Selempang oleh Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman kepada H Rida K Liamsi Datuk Seri Lela Budaya

PEKANBARU (RIAUPOS.CO) - Tahniah. Selamat dan apresiasi tinggi diberikan Plt Gubri H Arsyadjuliandi Rachman kepada Rida K Liamsi. Pasalnya pagi ini (16/3), Chairman Riau Pos Group itu ditabalkan Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau dengan gelar adat Datuk Seri Lela Budaya di Balai Adat Melayu Riau, Jalan Diponegoro, Pekanbaru. Menariknya ini untuk pertama kalinya diberikan LAM Riau kepada budayawan.

Ini tak terlepas dari peran besar Rida yang penuh keikhlasan memajukan kebudayaan di negeri Melayu sesuai visi Riau 2020. Yakni menjadikan Riau sebagai pusat kebudayaan Melayu di Asia Tenggara. Menurut Plt Gubri, gelar adat yang pertama diberikan LAM Riau tersebut dari sisi kebudayaan pantas disematkan kepada Rida.

“Semoga setelah ini bisa berbuat lebih banyak lagi untuk memajukan kebudayaan Melayu,” kata Plt Gubri kepada Riau Pos, Selasa (15/3).

Menurut Andi (sapaan akrab Plt Gubri), apa-apa yang diperjuangkan Rida dalam kebudayaan merupakan sebuah langkah nyata dari seorang tokoh dalam memajukan kebudayaan Melayu itu sendiri. Sehingga bisa berbicara lebih banyak dan dikenal. Tak saja di dalam negeri, tapi di wilayah rumpun Melayu lainnya.

Dalam upacara penabalan pagi ini, Plt Gubri akan memasangkan selempang dan tepuk tepung tawar. Dihadiri seluruh tokoh masyarakat dan pengurus serta pimpinan LAM Riau.

 

Di sisi lain, Rida sangat bersyukur atas gelar adat tersebut. Menurutnya itu terjadi atas kehendak Allah SWT yang sudah memercayakan gelar sepenting itu kepada dirinya. Dia pun menghaturkan ribuan terima kasih kepada LAM Riau yang mempercayakan gelar adat tersebut.

“Bagi saya, gelar dan kehormatan merupakan milik semua masyarakat rumpun Melayu. Khususnya di Riau. Secara umum di Indonesia yang sampai saat ini masih terus berjuang menegakkan harkat martabat dan eksistensi rumpun Melayu di tengah perubahan dan kemajuan zaman,” kata Rida melalui pesan singkatnya malam tadi.

Menurut Rida, seperti rumpun bangsa lain, hendaknya rumpun Melayu harus berani menghadapi segala cabaran dan persoalan yang terjadi. Karena seiring perkembangan zaman, segala tantangan bukanlah menjadi sebuah penghalang, namun pelecut semangat dalam membuktikan bahwa Melayu itu mampu. Sudah seharusnya, tegas Rida, seorang anak jati Melayu harus tangguh dan tanggap dalam menyikapi perubahan.

“Saya bangga menjadi orang Melayu. Karena itu bersama masyarakat Melayu lain, saya berupaya menjadikan rumpun Melayu ini sebagai rumpun bangsa yang terus-menerus mewariskan tradisi dan kebudayaan yang besar. Berguna bagi bangsa ini,” sambungnya.

“Ke depan saya berharap dapat membangkitkan semangat entrepreneurship orang-orang Melayu. Terutama generasi mudanya. Karena orang Melayu telah diwariskan semangat itu melalui folosofi hidup yang diwariskan Laksamana Hang Tuah. ‘Esa hilang dua terbilang patah tumbuh hilang berganti, takkan Melayu hilang di bumi’. Itu prinsip entrepreneurship yang hebat,” tegasnya.

Di mana prinsip kemandirian, kreativitas dan visioner bermula dari filosofi Laksamana Hang Tuah itu pula. Karenanya semangat yang terkandung tersebut akan terus hadir dan nyata. Karena orang-orang Melayu, kata Rida, sangat menjunjung tinggi nilai hidup.

“Tumbuh bersama dalam kebersamaan. Orang Melayu itu adalah rumpun bangsa yang hebat dan unggul. Itulah sebab mereka misalnya bisa mewariskan bahasa Melayu sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia ini,” terang Rida mengajak seluruh generasi muda Melayu untuk bersatu padu.

Menjadikan Riau lebih tangguh lagi ke depan. Lebih hebat lagi menggilas zaman, bukan digilas zaman. Dalam persaingan di kancah global sebagai rumpun nan diperhitungkan bagi seluruh rumpun di dunia.(egp)