Dari Forum Pemred Jawa Pos Group di Hotel Ciputra, Jakarta

CSR, Hutan dan Gerakan Sejuta Pelanggan

Bisnis Jumat, 26 November 2010
CSR, Hutan dan Gerakan Sejuta Pelanggan
Pertemuan akhir tahun 2010 pemimpin redaksi media grup Jawa Pos di Hotel Ciputra, Jakarta, kemarin. Foto : UKON FURKON SUKANDA/INDOPOS

JAKARTA -- Lebih dari 50 pemimpin redaksi media-media grup Jawa Pos, kemarin berkumpul lagi di Hotel Ciputra, Jalan S. Parman, Jakarta. Mereka mewakili 33 provinsi dan 165 media cetak yang berjaringan paling luas, jangkauan paling lebar, dan jumlah oplag paling banyak di negeri ini. ”Selain membicarakan masalah internal, kami juga menambah referensi dengan menghadirkan nara sumber yang kompeten,” kata Rida K Liamsi, Dirut JPNN (Jawa Pos News Network), kemarin.


Nara sumber yang bicara di hari pertama pertemuan tiga bulanan itu, antara lain Director of Corporate Affairs PT Djarum, Suwarno M Serad dan Rudijanto Gunawan, lalu Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan, Dirut PLN Dahlan Iskan dan Leak Koestiya, Pemred Jawa Pos Surabaya.

Banyak hal unik yang tereksplorasi dari pertemuan para pemred itu, tetapi tidak bisa semua dikutip di media. Banyak yang lebih menjadi back ground peristiwa, yang jika ditulis bisa menciptakan SARA.

Suwarno M. Serad yang memaparkan Corporate Social Responsibility atau CSR PT Djarum juga blak-blakan, dari soal Bakti Lingkungan (trees for life), Bakti Pendidikan (bea siswa), dan Bakti Olahraga (PB Djarum), sampai regulasi cengkeh yang pernah rusak di zaman BPPC. Dia juga mencoba meluruskan persepsi, bahwa tidak ada ”racun” di dunia ini. ”Yang ada hanyalah dosis yang berlebihan,” katanya.

”Nah, orang harus tahu batas, tidak boleh berlebihan, agar terjaga kesehatannya. Termasuk soal merokok, saya 74 tahun, setiap hari merokok 4-5 batang, karena saya tahu batas merokok untuk orang seusia saya,” ungkap pria dengan handicap 22 ini. Dia menambahkan, saat ditanya mengapa Djarum sebagai perusahaan rokok, tidak memilih CSR yang berhubungan dengan kesehatan? Seperti, membangun RS Kanker terbesar, terhebat, dan paling canggih? Sehingga, apapun jenis kankernya, tidak perlu ke Singapura atau Tiongkok? ”Kan yang tidak mau Depkes. Bukan kami tidak mau?” tangkisnya.

Soal peduli penanaman pohon trembesi, Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan menyebut pihak terus mendorong perusahaan swasta untuk ikut andil dalam penanaman sejuta pohon. ”Saya yang mendatang perusahaan-perusahaan swasta untuk aktif menanam. Sekarang eranya menghutankan kembali, menghijaukan lahan, bukan merampas kayunya,” kata Zulkifli.

Antusiasme pemred-pemred cukup besar, karena mereka adalah pemimpin koran terbesar di daerah-daerah yang rata-rata memiliki hutan lindung. Seperti Batam Post, Riau Pos, Sumatera Ekspres, Padang Ekspres, Radar Lampung, Pontianak Post, Radar Banjarmasin, Kalteng Pos, Kaltim Post, Fajar Makasar, Manado Post, Lombok Post, Cenderawasih Post, dan lain-lain adalah media market leader di daerah yang concern dengan pembalakan liar. ”Karena itu saya titip pesan, tak ada lagi izin penebangan, kecuali hutan tanaman industri yang mereka tanam sendiri,” kata pria asal Lampung itu.

Sesi yang tidak kalah menarik adalah saat Dirut PLN Dahlan Iskan tampil. Dia berbicara dari soal PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), PLTSa (Pembangkit Listrik Tenaga Sampah), PLTA (tenaga air), tenaga panas bumi (geotermal), tenaga angin, tenaga surya, program ”kopassus” yang mampu melakukan perbaikan jaringan tanpa harus memutus arus listrik, gerakan sejuta pelanggan, sampai info PLN di daerah-daerah.

Soal listrik di kawasan bencana Merapi juga dijelaskan gamblang. ”Musuhnya kabel dan instalasi listrik adalah debu. Sementara Merapi itu mengeluarkan begitu banyak debu, yang menempel di kabel dan peralatan PLN. Cara membersihkannya harus detail dan teliti. Paling cepat, PLN hidup 4-5 hari setelah pemerintah tidak lagi melarang masuk kawasan bencana. Karena tingkat kesulitannya sangat tinggi,” papar Dahlan.

Dahlan juga mendapat curhat dari beberapa Pemred yang menilai pimpinan wilayah di daerah dianggap tidak kooperatif. Apa jawabnya" ”Saya terima laporan Anda, saya akan cek, dan saya tidak langsung percaya dengan laporan Anda!” jelas Dahlan yang disambut tepuk tangan.

Hari ini, Forum Pemred akan menghadirkan tokoh-tokoh penting lagi. Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Direktur Jawa Pos Azrul Ananda, Ketua DPR RI Marzuki Ali, Menko Polhukam Joko Suyanto, Dirut Trans Corp Chaerul Tanjung dan Direktur PT Indofood Sukses Makmur Franciscus Welirang. Hari ketiga, masih akan ada sesi dengan Ketua MK Mahfud MD dan Riza Pratama dari PT Freeport Indonesia. (reg)

 

Sumber : www.jpnn.cpm


Related Post