*Batam Pos Entrepreneur School Resmi Dibuka

Rida Inisiatif Bangun Sekolah Entrepreneur

Bisnis Sabtu, 24 Oktober 2009
Rida Inisiatif Bangun Sekolah Entrepreneur

BATAM (BP) - Siapa bilang jadi pengusaha itu sulit dan butuh duit banyak. Asal ada kemauan, sebenarnya modal nol pun bisa.

"Nol itu tidak sama dengan kosong. Artinya, meski tak punya apa-apa, kalau di hatinya ada tekad yang kuat dan di kepalanya ada ide-ide cemerlang yang bisa menghasilkan sesuatu, semua bisa jalan," kata CEO Riau Pos Group, Rida K Liamsi saat peresmian Batam Pos Entrepreneur School (BPES) di lantai VI Graha Pena Batam, Batam Centre, awal Juli lalu.

Hadir dalam peresmian BPES, Ketua BP Kawasan Batam Mustofa, Wali Kota Batam yang diwakili Asisten Ekonomi Pembangunan Syamsul Bahrum, Konsulat Singapura Raj Khumar, Pimpinan Bank Indonesia (BI) Batam Elang Tri Praptomo, pengusaha yang jadi pemateri dan sejumlah peserta BPES.

Rida mengatakan, seseorang yang punya gagasan-gagasan bisnis cemerlang tapi tak punya uang untuk memulainya, bisa dikategorikan nol. Menurut Rida, nol adalah nilai. Dari nol itulah bisa ada angka 10, 100 hingga angka lainnya yang lebih besar. "Jangan takut memulai bisnis dari nol. Sebab, mereka yang memulai bisnis dari nol itulah yang akan sukses," kata pengusaha sukses asal Kepri ini.

Ia yakin setiap manusia memiliki jiwa entrepreneur dalam dirinya. Yang membedakan seseorang dengan lainnya cuma cara mengelolanya saja. Ada yang mengasah kemampuannya dengan terus memotivasi dan membangkitkan naluri bisnis dalam jiwanya, ada juga yang mengabaikannya begitu saja.

"Indonesia bisa bertahan dari krisis gelobal karena apa ? Karena entrepreneur. Sayangnya, di Indonesia belum terlalu banyak, tak sampai 2 persen. Kalau sampai 2 persen, negeri ini akan maju," ujar Rida berapi-api.

Berangkat dari semangat memperkokoh pondasi ekonomi negeri dari ancaman krisis itulah, Rida berinisiatif mendirikan BPES. BPES adalah sebuah pusat pelatihan entrepreneur dan jaringan bisnis. Misinya, memberikan pelatihan praktis menjadi entrepreneur yang berkemampuan merancang, menjalankan dan mengembangkan bisnis yang realistik. Selain itu BPES juga bakal memfasilitasi akses ke jaringan bisnis lokal dan regional, mentransformasi pengalaman praktis pengusaha, marketer, stakeholder dan motivator yang telah teruji, baik lokal maupun nasional, serta membuka peluang menjadi mitra bisnis lembaga tersebut.

Pada angkatan pertama yang dimulai 17 Juli mendatang, BPES akan melatih 30 calon entrepreneur. Sepuluh di antaranya diminta membuat proposal bisnis. Peserta yang proposal berisi rencana bisnisnya dinilai prospektif, akan diberikan modal sebesar 60 persen dari total kebutuhan dana untuk memulai bisnis tersebut. "Nanti kalau sudah jalan dan bisa mandiri, kepemilikan saham 60 persen itu bisa diambil alih," ujarnya.

Jatuh Bangun Kelvin Membangun Takadeli
Di kesempatan itu, bos Takadeli cake and bakery Kelvin sempat berbagi pengalaman saat ia harus jatuh-bangun merintis bisnis cake di kota metropolis itu. Mantan manajer keuangan salah satu perusahaan shipyard di Tanjunguncang ini, mengaku sempat dihadapkan pada dua pilihan berat. Melanjutkan pekerjaannya sebagai manajer keuangan atau menjadi bos sebuah perusahaan yang dia sendiri belum tahu akan seperti apa jadinya nanti.

Apalagi dia bukan keturunan pengusaha. "Saat keluar dari pekerjaan saya dulu, keluarga menentang. Tapi tekad saya bulat, saya ingin menjadi pengusaha," ujarnya.

"Saya bisa saja berhenti dan kembali menjadi seorang manajer keuangan di perusahaan yang menginginkan saya. Tapi saya berpikir, kalau bisnis saya ini dihentikan, bagaimana nasib sekitar 100-an karyawan saya. Akhirnya saya bangkit dan memulai bisnis saya dengan semangat baru. Dan syukur, sekarang Takadeli tambah satu outlet lagi," ungkapnya.

Asisten Ekbang Pemko Batam, Syamsul Bahrum tahu betul perjuangan Kelvin. "Pak Kelvin ini entrepreneur sejati. Dia juga berhasil mengangkat brand Takadeli," tukasnya. Ia mengatakan, jiwa entrepreneur sangat dibutuhkan oleh siapa saja yang ingin hidupnya berkembang. Tak heran jika ia memuji gagasan Batam Pos mendirikan BPES. Ia berharap, BPES yang membina bibit-bibit pengusaha potensial, menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan usaha-usaha kecil mikro di Batam.

"Kalau anggaran yang dimiliki Pemko untuk pengembangan UKM itu dikelola orang-orang yang berjiwa entrepreneur, saya yakin anggaran tersebut tidak akan sia-sia," ungkapnya.

Syamsul berharap, kehadirian BPES menjadi cikal bakal lahirnya Batam Entrepreneur Island, sebuah pulau yang disibukkan dengan berbagai aktivitas usaha..

Sementara itu, Konsul Singapura untuk Batam, Raj Khumar menyatakan pemerintah Singapura siap mendukung pengembangan BPES. Ia bahkan berjanji mengajak pengusaha Singapura yang sukses untuk berbagi pengalaman dengan peserta BPES. "Ide pendirian BPES ini bagus sekali. Dari itu kami akan terus mendukung ," ujarnya.

Acara peresmian BPES sendiri ditandai dengan pemotongan tumpeng oleh Mustofa Widjaja yang diikuti sejumlah undangan kehormatan lainnya. (ros/hsl/a)


Related Post