Bangun Solidaritas Melayu Baru

Rida K Liamsi Dedahkan Konsep "Gerakan Sejuta Melayu"

Bisnis Selasa, 13 Oktober 2009
Rida K Liamsi Dedahkan Konsep

Data terkini, mayoritas penduduk miskin di Riau adalah orang Melayu. Ini harus segera diselamatkan. Caranya dengan membuat program nyata melalui Gerakan Sejuta (Genta) Melayu. Gerakan ini diharapkan akan jadi momen kebangkitan ekonomi masyarakat Melayu Riau.

Laporan KARTINI FATTACH,Pekanbaru

Genta Melayu ini, menjadi konsep pemikiran salah seorang pengusaha sukses berjati diri anak Melayu, Rida K Liamsi. Program ini kali pertama didedahkan CEO Riau Pos Group ini di hadapan umum, saat acara Dialog Ekonomi Budaya, dengan tema ??Strategi Membangun Kembali Ekonomi Rumpun Melayu??, yang digelar Tenas Effendy Foundation, di Kediaman Budayawan Riau, Tenas Effendy, Jumat (28/11).

Rida K Liamsi sendiri diminta untuk menyumbangkan pemikirannya, sebagai pembicara dalam dialog yang dihadiri puluhan mahasiswa asal Universiti Kebangsaan Malaysia, Kamar Dagang Indonesia (Kadin) Provinsi Riau, Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) dan sejumlah praktisi serta pelaku ekonomi di Riau lainnya.

??Ini adalah kali pertama konsep ini saya dedahkan ke hadapan umum. Secara perlahan, konsep Genta Melayu ini akan saya sosialisasikan dan komunikasikan kepada masyarakat Riau hingga tiga bulan mendatang. Bulan

keempat atau maksimal kelima, saya akan membentuk wadah untuk merealisasikan konsep ini, meski nanti ada masyarakat yang kurang tertarik, saya tak peduli. Saya akan terus mewujudkan konsep ini,?? tekad Rida penuh semangat.

Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Pengembangan Investasi Riau (PIR) ini, dalam dialog tersebut dengan penuh semangat memaparkan apa itu Genta Riau dan mengapa dia begitu bergairah ingin merealisasikannya.

Intinya, gerakan ini ingin mengajak sekaligus mengguggah masyarakat Melayu Riau agar ramai-ramai berinvestasi. Tentunya ini memerlukan wadah berbentuk holding company atau perseroan terbatas (PT). Sesuai nama programnya Gerakan Sejuta Melayu, diharapkan masing-masing masyarakat Melayu baik yang berada di Riau maupun diperantauan, bisa menginvestasikan dananya minimal Rp1 juta per orang ke PT yang dibentuk. Dana itu nantinya akan diperhitungkan dalam bentuk saham.

Diakui Rida, kosep ini disusunnya diilhami dari Gerakan Seribu (Gebu) Minang. ??Saya cukup tertarik dengan konsep Gebu Minang ini. Di mana orang-orang Minang baik yang bermukim di ranah Minang maupun di perantauan, beramai-ramai menanamkan investasinya minimal Rp1.000 per orang. Kini gerakan itu sangat berhasil sehingga menjadikan perekonomian orang-orang Minang di ranah Minang begitu kuat,?? cerita Rida.

Kondisi berbalik justru terjadi di Riau. Selaku orang pribumi, realitanya masyarakat Melayu Riau justru berada dalam kemiskinan, bahkan jadi suku termiskin penghuni Bumi Lancang Kuning saat ini. Padahal, dulunya masyarakat Melayu Riau dikenal pernah jaya dengan kekuatan ekonominya.

??Kata kunci untuk kesejahteraan masyarakat, adalah kekuatan ekonomi. Ini pulalah kunci untuk mewujudkan Visi Riau 2020. Bila hanya mengandalkan kebudayaan, seni dan lainnya mustahil masyarakat Melayu yang sejahtera lahir dan bathin 2020 itu akan terwujud,?? sebut jurnalis senior yang telah banyak menelurkan buku ini.

RZ Investasi Rp500 Juta
Kendati belum diperkenalkan secara umum, konsep ini ternyata telah pernah dibincangkan Rida kepada Gubernur Riau HM Rusli Zainal SE MP. Atas nama pribadi, Rusli Zainal yang akrab disapa RZ ini memberikan apresiasi positif terhadap konsep Genta Melayu ini. Terbukti, secara spontan Rusli menyatakan ketertarikannya dan langsung menginvestasikan Rp500 juta dana segar untuk mendukung program ini.

??Saya sudah mendapatkan tiga penyumbang modal yang akan direalisasikan dalam bentuk saham. Selain Pak Rusli Zainal yang telah bersedia mengucurkan Rp500 juta, ada juga pak Prof Dr Muchtar Achmad MSc, yang juga bersedia menanamkan dananya Rp100 juta. Ketiga saya sendiri akan menanamkan investasi sebesar Rp150 juta,?? katanya membuka rahasia.

Secara spontan pula, Ketua HIPMI Riau M Hasbi menyatakan ketertarikannya dan siap mendukung konsep ini dengan menanamkan saham Rp500 juta. ??Saya setuju bila masyarakat Melayu Riau jangan hanya terkurung dalam baju kurungnya saja. Karena itu kami dari HIPMI Riau akan menghimpun dana Rp500 juta untuk menanam investasi di perusahaan yang akan dibentuk nantinya,?? sebut Hasbi yang dalam kesempatan itu juga didaulat menjadi pembicara.

Sementara Ketua Tenas Effendy Foundation, Drs Burhanuddin menyebutkan, dialog tersebut dimaksudkan untuk membangkitkan kembali kejayaan masyarakat Melayu di masa silam. Tak hanya bidang kebudayaan, melainkan juga kekuatan dalam bidang ekonomi dan lainnya. Dialog juga menghadirkan Praktisi Perbankan H Ruslan Malik SE, selaku Direktur Konsumer Bank Riau.(fia)